Beberapa hari ini saya seperti orang bodoh. Bagaimana tidak, saya tidak tahu apa-apa tentang yang seharusnya dilakukan. Begini deh ceritanya, sebagai orang yang baru walau sebenarnya juga tidak baru, sudah hampir dua tahun bekerja, sebagai salah seorang pendidik. Dulu saya tidak terlalu disibukkan dengan urusan administrasi, karena hanya sebagai sukarelawan di salah satu sekolah, sampai akhirnya ikut seleksi pegawai negeri sipil dan berhasil.
Ternyata mencintai pekerjaan saja tidak cukup hanya dengan sungguh-sungguh saja, mencintai pekerjaan juga harus mengenal tentang pekerjaan atau profesi itu. Mengenal berarti mengetahui tugas pokok dan fungsinya. Kalau sebagai pendidik, waktu di bangku perkuliahan (sekarang masih juga kuliah, tinggal skripsi saja yang belum kelar, teman-teman seangkatan pada sudah selesai, doakan cepat kelar ya..
) belajar untuk kompetensi dirinya agar bisa jadi pendidik. Jadi, belajar bagaimana bisa mengajar (mendidik) anak-anak. Pengetahuan tentang kewajiban setelah menyandang pekerjaan sebagai abdi negara tidak ditekankan di sana. Ya memang itu tidak subtansial *ah, bahasanya
Sebagai pendidik yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil, ada aturan yang mengikat pada dirinya dan kewajiban-kewajiban terkait administrasi. Misalnya saja kegiatan administrasi yang terkait jabatannya itu, mengurus kartu pegawai, usulan kenaikan tingkat, perizinan lainya misal, cari izin belajar, dan lain sebagainya. Jadi, bagi saya kegiatan yang berkaitan dengan administrasi itu adalah hal yang ribet dan memusingkan. Untungnya dulu tidak jadi kuliah di jurusan administrasi
Selain itu apakah memang benar, mengurus adminitrasi di birokrasi negeri ini masih ribet? Yang sering saya dengar memang begitu, baik di berita atau keluhan orang. Ada percaloanlah, alur yang tidak jelas, ke sana ke mari. Layanan ke pada masyarakat kurang prima, waktu dan alurnya jadi panjang. *Saya juga pelayan masyarakat lo, jadi ini mengkritik diri sendiri juga
Dulu memang pernah diberikan pendidikan dan pelatihn (diklat). Tapi diklat dengan model yang instan dan dalam waktu singkat dengan kegiatan yang padat membuat itu menjadi pengetahuan yang cepat berlalu. Dulu sudah sempat dipelajari dan diberi modul akan jenjang profesinya dan kewajiban atau hak adminitrasi yang melekat pada dirinya. Oh ya, adminitrasi yang saya maksud di atas adalah tentang persuratan, dan kepegawaian.
Tempat yang jauh dari pusat kota (pemerintahan) dan kurang keaktifan mencari informasi membuat sering kali terlambat informasi itu sampai. Misalnya saja kemarin, ada informasi beasiswa dari dinas tapi baru 3 hari sebelum hari terakhir pengumpulan berkas baru tahu, itupun hari sabtu. Jadi terlewatkan begitu sajalah. Terlalu banyak yang dilewati, misalnya dari dinas, lalu UPTD, terus lembaga. Itupun kalau tidak ada yang terlupakan, sehingga bisa segera sampai.
Terus kesimpulannya adalah, mengenali pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan, bukan hanya karena cinta tetapi juga untuk kemudahan. Sebagai orang baru harus segera menyesuaikan dengan keadaan, tidak hanya menunggu tetapi juga berani jemput bola.


Recent Comments